Perangkat
bergerak, seperti ponsel dianggap mampu mengasingkan seseorang dari
dunia di sekelilingnya. Namun bagi remaja di Amerika Serikat, ponsel
(terutama layanan pesan singkat-SMS) adalah kunci untuk bisa terus
terkoneksi dengan teman dan orang lain dalam hidup mereka.
Hal
ini merupakan hasil penelitian dari The Pew Internet and American Life
Project. Pew menemukan bahwa 63 persen dari remaja yang diteliti,
mengirimkan SMS setiap hari dengan orang-orang dalam hidup mereka,
termasuk dengan orang tua.
Uniknya,
remaja putri di AS lebih banyak mengirimkan SMS, dengan rata-rata 100
SMS per hari. Berdasarkan penelitian, jumlah ini naik dari tahun 2009.
Remaja di AS hampir tidak pernah mengirimkan email dan messenger di
ponsel.
"Remaja
tidak memiliki kemampuan atau minat saling mengirim email atau instant
messaging melalui ponsel. Dua dari lima remaja mengatakan mereka tidak
mengerti cara mengirim instant messaging dan 39 persen lainnya
mengatakan mereka tidak pernah saling berkirim email melalui ponsel,"
demikian catatan Pew.
Hanya
28 persen remaja yang mengaku tidak pernah mengirimkan SMS kepada
teman-temannya, dan 23 persen mengaku tidak memiliki ponsel.
Pew
menemukan bahwa remaja di AS lebih memilih menggunakan ponsel sederhana
(feature phone) karena prioritas mereka adalah mengirimkan SMS. Remaja
AS lebih suka mengakses internet menggunakan laptop.
Hasil
di atas tentu akan berbeda bila survei dilakukan di Indonesia yang
sangat gandrung smartphone dan pemakaian instant messaging, seperti
Yahoo Messenger, MSN Messenger, Facebook Chat, dan tentu saja BlackBerry
Messenger.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar