menu bar

Rabu, 30 April 2014

10 Tips Aman Berbelanja "Online"

KOMPAS.com - Sebuah studi yang dilakukan oleh Forrester melaporkan bahwa pada saat-saat menjelang liburan, konsumen yang berbelanja secara online meningkat.

Yang senang bukan cuma situs-situs web jualan, tapi juga para “garong digital” Karena semakin banyak transaksi, semakin besar pula kemungkinan mereka mendapat apa yang mereka inginkan.

Bagaimana agar terhindar dari gangguan para penjahat tersebut? Inilah 10 panduan aman melakukan jual-beli online:

1. Lakukan riset terhadap situs web tempat Anda berbelanja
Tips ini harus dilakukan kalau Anda berbelanja seperti pakaian online di situs web yang Anda sendiri kurang familiar. Periksa nomor telepon si penjual dan hubungi.

Kalau tidak meyakinkan, kunjungi mesin pencari Google atau Yahoo kemudian masukkan nama situs web itu. Carilah ulasan dari konsumen mereka. Kalau ada yang tidak beres, sudahlah, tinggalkan saja situs web itu.

2. Baca baik-baik kebijakan situs web terhadap data pribadi Anda
Jangan sampai di kebijakan itu ada poin yang menyebutkan kalau pengelola situs web boleh memberikan data pribadi ke pihak lain.

Baca juga kebijakan pengembalian barang. Karena barang yang dibeli tidak bisa dilihat secara fisik, harus ada garansi kalau barang yang dikirim cacat, Anda boleh mengirim barang cacat itu kembali dan tentu saja diganti dengan barang baru atau uang Anda kembali.

Periksa juga siapa yang membayar pengembalian barang itu.

3. Periksa paket barang dengan membaca deskripsi produk baik-baik.

Curigailah pada barang bermerek yang dijual dengan potongan harga yang sangat besar.

4. Jangan mudah tergoda barang murah

Jangan buru-buru jatuh cinta pada tawaran barang dengan harga murah yang datang dari e-mail, apalagi meminta ID dan password tanpa izin dari pemilik e-mail. Itu biasanya kerjaan spammer.

Tapi hati-hati, spammer bisa juga merayu. Ia mengirim e-mail yang seolah-olah datang dari perusahaan baik-baik. Sebaiknya, kunjungi situs web perusahaan baik-baik itu dan langsung belanja darisana. Jangan via e-mail atau jendela pop-up.

5. Cari tanda kalau situs web itu aman
Tanda itu biasanya berupa gambar gembok di baris status (status bar) browser. Sebelum memasukkan informasi pribadi, periksa tanda itu ada.

Ketika Anda diminta untuk memasukkan informasi pendaftaran nomor kartu kredit, lihat alamat situs web. Harusnya alamat situs web berubah dari http ke 'shttp' atau 'https'. Artinya informasi pembayaran itu dienkripsi, lebih amanlah pokoknya.

6. Amankan PC Anda
Minimal PC Anda harus punya antivirus. Lebih baik lagi kalau punya anti spyware dan firewall. Ingat, peranti lunak keamanan itu harus di-update secara teratur agar PC terlindung dari ancaman terbaru. Baiknya, atur saja proses update secara otomatis.

7. Pertimbangkanlah cara pembayaran
Pembayaran biasanya dilakukan dengan kartu kredit. Dengan kartu kredit, Anda punya bukti kuat kalau Anda sudah melakukan transaksi kalau barang tidak diantar atau tidak sesuai pesanan.

Tapi, karena banyaknya pencurian nomor kartu kredit, pembayaran dengan menggunakan sistem seperti PayPal, Transfer Kirim, atau COD boleh dipertimbangkan.

8. Periksa harga total.
Harga barang, plus ongkos bungkus, plus ongkos kirim, mudah-mudahan ada diskonnya. Bandingkan harga total dari suatu situs web dengan situs web lain.

9. Simpan bukti transaksi
Termasuk deskripsi produk dan harga, kuitansi digital, dan juga salinan e-mail antara Anda dengan penjual.

10. Matikan PC Anda setelah transaksi
Kalau PC dinyalakan terus, bisa saja sudah ada garong yang sudah menanamkan malware, mengambil alih kendali PC dan melakukan transaksi.






"Belanja Online Hemat Waktu & Praktis"

Boleh dibilang, Indonesia memang relatif ketinggalan soal gaya hidup berbelanja di internet jika dibandingkan dengan negara-negara lain di Eropa Barat atau masyarakat di Amerika Serikat.
Hal tersebut sebenarnya berkolerasi dengan angka melek internet. Di negara maju, akses internet yang mudah, cepat dan murah membuat bisnis belanja di internet jadi booming. Amerika Serikat kini memiliki sejumlah situs belanja online yang meraksasa dan mendunia seperti Amazon.com.

Di Indonesia, gaya hidup berbelanja melalui media internet baru menggejala beberapa tahun terakhir seiring dengan makin murahnya biaya akses internet dan makin banyaknya provider yang menyediakan layanan akses internet cepat.
Isu menonjol di layanan belanja melalui internet adalah soal keamanan bertransaksinya. Meski tahu dan terbiasa mengakses internet setiap hari, belum semua orang Indonesia tertarik dan berani berbelanja melalui internet karena alasan takut menjadi korban penipuan dan sebagainya.
Memang fakta praktik penipuan semacam ini ada dan terjadi di Indonesia. Tapi bukan kasus yang dominan di antara praktik belanja melalui internet yang ada saat ini.
Bagaimanapun, belanja online menawarkan banyak kemudahan dan keuntungan. Kita tak perlu capek keluar rumah mengeluarkan biaya transportasi dan waktu untuk mendatangi gerai toko yang kita minati. Untuk warga di kota besar, hal itu sangat bermanfaat karena menghindari dari jebakan stres di jalan akibat macet.
Cukup dengan membuka komputer atau netbook atau tablet, menyalakan akses internet dan membuka alamat portal belanja online yang kita tuju, kita sudah bisa menemukan barang-barang yang kita minati untuk dibeli. Jika barang sudah cocok, tinggal bayar, bisa melalui kartu kredit atau kartu debit, barang pun akan dikirim sampai ke alamat kita.

Selisih Harga
Banyak yang mengatakan, barang yang ditawarkan di internet lebih mahal dari yang dipajang di gerai toko. Faktanya tidak demikian. Kalaupun ada selisih harga, selisihnya tidak banyak.
Karena itu, dituntut kepintaran kita membanding-bandingkan harga barang yang sejenis terlebih dulu sebelum kita putuskan membeli barang yang kita minati di portal belanja internet.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar